10 Cara Mempersiapkan si IBU Agar Mendapatkan Proses Persalinan yang Buruk

10 Cara Mempersiapkan si IBU Agar Mendapatkan Proses Persalinan yang Buruk

** picture resource = http://www.vancouverbirthtrauma.ca/facts.html


Judulnya agak kontroversi ya….


Tapi tenang ayo baca dulu, ada 10 cara untuk mempersiapkan tubuh seorang ibu untuk mendapatkan proses persalinan yang buruk dan banyak trauma.


karena terus terang saya kadang gemas sekali dengan Anda para calon orang tua. 


kok bisa?


Ya!! karena proses melahirkan itu bukan HANYA seolah olah mengeluarkan seorang bayi dari perut ibunya dalam kondisi begitu lahir langsung nangis keras (dan itu bisanya dianggap sebagai indikator SEHAT) dan tidak ada cacat saja. 


tapi proses melahirkan adalah sebuah proses yang sangat sangat SAKRAL dimana 


seorang wanita di lahirkan kembali menjadi seorang IBU


seorang lelaki dilahirkan kembali menjadi seorang BAPAK


bahkan seorang anak dilahirkan kembali menjadi seorang KAKAK


begitu luar biasa sakralnya proses persalinan sehingga Tuhan memberi waktu kepada Anda dan saya selama 40 minggu bahkan kadang lebih untuk mempersiapkannya bukan? 


tapi ada kenyataannya coba???!!!


banyak orang yang ABAI dan OGAH untuk mempersiapkannya, banyak dari Anda yang HANYA memasrahkan diri saja kepada orang yang Anda anggap lebih AHLI dari Anda (padahal tidak).  dan banyak dari Anda yang tidak menyadari hal ini. 


nah artikel ini saya tulis sebagai sebuah sebuah ilustrasi, karena seharusnya dan sudah selayaknya Anda mulai membuka hati dan pikiran. Jadi silahkan Analisa apakah dokter atau bidan Anda melakukan salah satu point ini? Nah sekarang silahkan memilih bunda, pilih “menyerahkan” tubuh Anda ke pada mereka begitu saja atau pilih memberdayakan diri Anda?


 


Inilah 10 cara tersebut:


1. Perlakukanlah kehamilannya seperti penyakit dan bayinya seperti tumor asing


ketika hamil banyak sekali keluhan termasuk punggung sakit, pinggang sakit atau kaki kram, karena merasa tersiksa dan selalu mengeluh maka Anda akan membenci kehamilan, dan ingin hal itu berakhir secepat mungkin. Ini juga akan menanam benih keraguan akan kemampuan tubuh Anda untuk melakukan sesuatu yang benar dan alami.


2. Ayo lakukan test, test dan test


Daripada berbicara dengan nya dan mendengarkan kekhawatiran-nya (ibu hamil), sebagai nakes, lebih baik lakukan beberapa tes yang mahal dan invasif untuk mengetahui penyakit dan kondisi yang kemungkinan besar tidak mempengaruhi dirinya. Dengan cara ini dia tidak akan punya waktu untuk memberitahu kepada Anda apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhnya.


3. Katakan padanya tubuhnya tidak bekerja -  lakukan hal ini secara halus. 


Anda tidak ingin ibu marah bukan? tanamkan keraguan diri nya. Tentang “kekuatan” tubuhnya. Beberapa kalimat yang bisa Anda ucapkan antara lain: “badan Anda terlalu gemuk bunda….”atau “Saya khawatir tentang hasil tes Anda berkaitan dengan X, saya pikir kita perlu melakukan tes lagi ….” atau “bayi Anda sungsang (walaupun masih 32 minggu dan masih bisa di reposisi sebenarnya, tapi tetap saja sampaikan ini) sepertinya Anda harus menyiapkan diri untuk SC…” dan masih banyak lagi kalimat yang bisa Anda katakana karena bagi mereka Anda adalah figure jadi apa yang Anda katakan biasanya mereka percaya.


atau Anda (Nakes) bisa juga menganjurkan kepada ibu untuk melakukan  sesuatu yang aneh dan memberinya mungkin 4 jenis obat yang mahal agar dia konsumsi , ya ini adalah cara yang paling halus supaya endingnya Anda punya alasan yang tepat dan masuk akal jika ingin melakukan operasi SC.


contohnya:


– Anjurkan ibu makan es cream tiap hari, atau mungkin minum susu hamil bisa jadi 3 kali sehari …dan kalau perlu beri aja multi vitamin yang dapat meningkatkan berat badan janinnya. jadi nanti kan janinnya semakin besar dan kalau janin besar lalu tidak turun panggul di umur kehamilan >34 -36 minggu bukankah ini waktu yang tepat untuk “menganjurka” operasi SC untuknya?


4. Anda bisa melakukan VT (Vaginal Toucher) atau pemeriksaan dalam saat kehamilan trimester akhir. walaupun tidak nyaman tapi lakukan dengan alasan untuk memeriksa panggul mereka.  Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk menggunakan kalimat seperti di point 3 (yaitu-“Ummm, panggul Anda cukup kecil jadi …”)..nah pasti sang ibu langsung ketakutan kan? dan ragu akan kemampuan tubuhnya. jadi sukses dech!


5. Ingat, Anda selalu dapat menemukan alasan untuk menginduksi mereka- Pada saat tanggal HPL atau mendekati HPL. Serviknya sudah matang jadi bisa di sarankan bahwa sekarang adalah waktu untuk menawarkan induksi.  dia akan lelah dan tidak nyaman (terutama jika ia berfokus pada point# 1) dan dia akan meminta Anda membantu bayinya agar segera keluar. Ingat, apa saja dapat diberikan sebagai alasan untuk menginduksi, dari bayi kecil ke bayi besar dan segala sesuatu di antaranya.


6. Beri dia sebuah tanggal “jatuh tempo” . Tanggal jatuh tempo adalah akhir yang sempurna untuk ini.  ini membuatnya alasan untuk menawarkan induksi terasa lebih logis. jadi tanamkan sejak awal bagwa HPL adalah harga mati. (walaupun sebenarnya Anda tahu bahwa tidaklah demikian)


7. Ingat, pitocin adalah teman- Anda dapat menggunakan pitocin untuk membuat persalinannya terasa lebih menyakitkan. Dan, jika tidak, Anda dapat menggunakannya untuk induksi. Sekarang dia praktis akan meminta Anda untuk membantunya agar bayinya cepat keluar. Pitocin melayani banyak fungsi: 1) untuk induksi 2) kemungkinan besar membuat proses persalinan terasa lebih menyakitkan.  Jangan katakan padanya bahwa pemberian pitocin membuatnya lebih buruk.


8. Obat -! Dia akan “berlutut” dan memohon kepada Anda untuk segera membantu bayinya keluar karena dia tidak tahan akan rasa sakitnya dan akan sangat berterima kasih untuk “ahli” di sekelilingnya yang mampu membuat semua rasa sakit pergi. Jadi Anda bisa melakukan vacuum, forceps atau bahkan SC


9. Nah Waktunya SC -! ! Dan-jika semua hal di atas tidak mempan untuk mendapatkan bayi yang keluar-jangan khawatir-Anda dapat menyelamatkan bayi dengan SC, SC lebih mahal cepat, dan invasive dan “menguntungkan” bagi Anda karena uang jasanya lebih besar! Ada banyak manfaat: 1) Anda bisa menyelamatkan dirinya dan bayi (sst, jangan bilang siapa pun Anda sebenarnya menempatkan mereka dalam bahaya seperti di poin 1-8) Meskipun Anda memotong perineumnya dan menarik keluar bayinya, dia akan bersyukur dan berterimakasih kepada Anda bahwa Anda adalah “malaikat penyelamatnya”. Dia benar-benar merasa tidak bisa melakukannya tanpa Anda. Yang akhirnya membuat mereka berfikir “Syukurlah ia berada di rumah sakit!”


10. Ingat-yang penting bayinya HIDUP -! Masalah trauma atau tidak itu masalah ke sekian. Yang penting adalah bayi lahir hidup dan menangis keras. Itu sudah cukup melegakan mereka.


 


heheh ngeri yah……


nah ayo cermati dan kenali lagi provider Anda, apakah nakes yang akan Anda percayai untuk menyambut buah hati Anda lahir kedunia termasuk nakes yang bersikap seprti 10 point yang diatas, atau justru dia mau membantu dan membimbing Anda untuk mau memberdayakan diri? 


ingat lho bunda….. ada Bisnis dalam proses persalinan lho? 


Anda mau menjadi bagiannya? atau Anda ingin menciptakan pengalaman positif saat melahirkan? 


buka link ini agar Anda lebih mengerti tentang bisnis dalam proses persalinan seperti yang barusaja saya singgung. semoga Anda memahami apa yang saya maksud:



Nah bunda…oyo mulai waspada.


Tidak ingin kan Anda mengalami atau diperlakukan seperti 10 poin di atas?


Makanya ayo berdayakan diri. Buka wawasan seluas-luasnya. Ayo melek kesehatan ibu dan anak. Ini tubuh Anda..bayi Anda..dan Anda mbayar lho…jadi pilih layanan yang paling baik untuk Anda. Yang bisa menghargai Anda dan bayi Anda sebagai individu yang unik.


Mari kita renungkan bersama


Semoga bermanfaat


Salam hangat


Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Posting Komentar