Bayi Baru Lahir sudah Merasakan Sakit!

Bayi Baru Lahir sudah Merasakan Sakit!

Bayi Baru Lahir Sudah Merasakan Rasa Sakit!


Selama abad ke-20, ketika obat-obatan dalam proses melahirkan mendominasi di negara-negara berkembang, ternyata juga membawa serta penolakan anggapan pada prasangka kuno bahwa bayi dapat merasakan rasa sakit. Perdebatan tentang masalah rasa sakit yang dialami bayipun tetap berlanjut hingga hari ini di neonatologi, operasi bayi tanpa anestesi, praktek kebidanan yang agresif dan menyunat alat kelamin bayi laki-laki yang baru lahir. Artikel ini mencoba untuk memberikan tinjauan historis dari temuan empiris bahwa bayi juga dapat merasakan rasa sakit, dan spekulasi tentang konsekuensi negatif kekerasan untuk bayi.


Percobaan rasa nyeri pada Bayi


Ketidaktahuan tentang perilaku bayi kadang membuat kita tidak peduli dengan apa yang dia rasakan. Sebuah percobaan telah dilakukan pada awal 1917 di Johns Hopkins University untuk mengamati air mata bayi yang baru lahir, senyuman, reaksinya terhadap darah yang diambil, dan serangkaian jarum yang menusuk pada pergelangan tangannya saat tidur. 1 Dalam percobaan (yang pertama dari banyak sampel), bayi bereaksi membela diri. Ketika darah diambil dari jempol kaki, kaki akan naik spontan dengan gerakan mendorong pergelangan kaki lainnya. Jarum yang menusuk tubuhnya selama dia setengah tidur membangunkan bayi dan membuatnya menggerakkan tangan dan lengan bawah. Mengelap untuk membersihkan bagian belakang dan kepala untuk menghilangkan vernix memprovokasi bayi untuk melakukan gerakan memerangi atau memengang kuat dari tangan, sebuah upaya panik dan seolah-olah dia ingin merangkak pergi, dan marah ataupun menangis.


Seorang ahli Psikolog Mary Blanton menyimpulkan: Dan peralatan refleks naluriah bayi saat lahir lebih kompleks dan lebih peka 2.


Penyelidikan lanjutan dilakukan dengan menggunakan serangkaian percobaan 3,4,5 di Northwestern University dan Chicago -Dalam Rumah Sakit di mana bayi dipasangin selang dan ditusuk jarum di kepala, paha, dan betis. Hampir semua bayi bereaksi selama jam pertama dan hari pertama setelah lahir dan akan meningkat reaksinya hingga hari ke 12. Sebagai sebuah temuan fisiologis, ini dapat disimpulkan bahwa, saat lahir, bayi tidak sangat sensitif, tetapi secara bertahap akan menjadi semakin sensitive.


Apakah Bayi Benar-benar merasakan nyeri?


Apakah bayi merasa nyeri? Saya berpikir begitu tapi, untuk mencari tahu, ada indikasi obyektif lainnya yang dapat menunjukkan apakan bayi dapat merasakan rasa sakit/nyeri.



  1. Menangis. Tampaknya sangat jelas tapi untuk waktu yang lama, para ahli telah menginformasikan kepada publik bahwa bayi menangis hanyalah suara “acak”, bukan komunikasi asli. 21 Tangisan tidak hanya sinyal bermakna, tapi sesuatu yang menarik. Tangisan akan terjadi peningkatan seiring dengan intensitas derajat nyeri. studi Spectrographic menunjukkan bahwa perubahan pitch, pola temporal, dan struktur harmonik juga mencerminkan tingkat rasa sakit dan urgensi.

  2. Ekspresi wajah. Rasa sakit yang dialami bayi dinyatakan secara jelas di wajah mereka. 24 tonjolan, lipatan, dan alur pada alis. Kelopak mata yang memejam dengan keras: melotot. Ada alur nasolabial yang berjalan ke bawah dan keluar dari sudut-sudut bibir.  Bibir, mulut terbuka lebar, lidah tegang, dan dagu kaku. Ini terlihat pada wajah manusia dari segala usia ketika mengkomunikasikan rasa sakit

  3. Gerakan tubuh. Bahasa tubuh dalam motorik juga merupakan bahasa yang bayi. Menanggapi rasa sakit, bayi bergerak, menarik kakinya kembali, mencoba melarikan diri, ayunan lengan mereka, menggunakan tangan mereka untuk mendorong diri, dan panik dengan menjejakkan satu kaki terhadap yang lain sebagai reaksi dari stimulus rasa nyeri di daerah itu. Mereka menyerang dengan ekstremitas atas mereka dan menendang temuan ini ditemukan oleh penelitian dari Fitzgerald dan Millard 25 melakukan observasi dekat tumit bayi yang dilakukan tusukan untuk pemeriksaan rutin, luka mendalam dibuat di tumit untuk mendapatkan sampel darah.

  4. Tanda-tanda vital.  kita dapat melihat bagaimana rasa sakit bayi ini diungkapkan oleh berubah dalam tanda-tanda vital dan kimia darah. Nyeri menyebabkan peningkatan respirasi. Bayi menahan nafas mereka dan merilisnya dengan menangis. Para peneliti telah mengamati meningkatkan tingkat bayi jantung 50 denyut per menit dan puncak di atas 180 denyut per menit.  Dalam kondisi menyakitkan, kelenjar adrenal dapat melepaskan kortisol tiga sampai empat kali lebih tinggi. Dalam kondisi sakit, kadar oksigen dalam jaringan dan darah menurun drastic 35.

  5. Penilaian neurobehavioral. konsekuensi lebih lanjut dari rasa sakit bayi dapat dilihat dalam penilaian neurobehavioral. Bayi yang telah mengalami rasa sakit mungkin mengalami kesulitan menenangkan diri. Ini terutama ditunjukkan dari perubahan pola tidur, merubahan interaksi sosial mereka dengan ibu mereka, dan perbedaan perilaku motorik mereka 37. Perilaku bayi yang menunjukkan stres dan pertahanan diri termasuk seizuring, tremoring, meludah, jari tangan yang melengkung, menggeliat, inconsolability, dan gelisah.

  6. Memori . Akhirnya, kita tahu bahwa bayi yang baru lahir merasa sakit karena mereka kadang-kadang ingat dan berbicara tentang pengalaman menyakitkan segera setelah mereka dapat mengungkapkan dengan bahasa yang dapat dimengerti.


Dilahirkan bisa terasa Menjadi Lebih Menyakitkan Untuk Bayi


Ironisnya, di tangan dokter abad ke-20, kelahiran itu sendiri menjadi lebih menyakitkan bagi bayi. Umumnya, dokter belum peduli rasa sakit bayi. Mereka telah lebih peduli pada gawat janin (detak jantung fluktuasi sinyal distress) dari marabahaya dalam neonatal.



  1. Rasa sakit dilahirkan di rumah sakit . Dalam setengah abad terakhir, kelahiran rumah sakit telah menjadi kelahiran standar bagi mayoritas orang Amerika. proses melahirkan ditandai dengan serangkaian rutinitas yang menyakitka. Sumber rasa sakit meliputi: luka kulit kepala untuk monitoring elektronik dan sampel darah selama persalinan ekstraksi Forcep, suhu ruangan yang rendah dan dingin dan peralatan di kamar bersalin yang 20 derajat lebih rendah suhunya dari rahim, lampu yang terang, kebisingan, pemeriksaan dengan pengambilan darah di tumit, suntikan vitamin, obat tetes mata, mengelap dan mencuci tubuh bayi baru lahir dengan kain atau handuk (apalagi handuk yang kasar), pemisahan tiba-tiba dari ibu mereka, dan pemotongan tali pusat segera, semua itu jelas menyakitkan dan menjengkelkan bagi bayi.

  2. Rasa sakit di rahim . Bahkan sebelum proses kelahiran, ada kondisi yang dapat memprovokasi bayi untuk menangis. Ketika udara memasuki laring janin, adalah mungkin mendengar seperti tangisan. “Menjerit di dalam rahim” (dikenal sebagai uterinus vagitus) adalah sinyal dramatis rasa sakit janin, sangat jarang tetapi didokumentasikan dengan baik selama bertahun-tahun. Dan ketika saya hamil (32 minggu) saya pernah merasakan dan bahkan mendengar suara tangisan bayi saya ketika saya marah dan jengkel. 44,45,46Hampir semua kasus modern janin menangis setelah manipulasi kandungan seperti: tes amniotomy, versi, pemecahan kantung ketuban secara sengaja, atau mengambil darah di kulit kepala saat bayi ketika bayi masih di jalan lahir.

  3. Rasa Sakit di Perawatan Intensif Neonatal.  Bayi merasa sangat tersiksa dan sakit ketika tubuhnya penuh dengan jarum dan selang oksigen maupun infuse. Bayi yang sudah keluar dari NICU tidak semuanya menjadi sehat,  Mortalitas dan morbiditasnya sangat tinggi. Mereka menderita secara emosional, 62 kognitif, 63 dan dalam pengembangan neuromotor mereka.

  4. Rasa sakit akibat trauma psikologis, ini terjadi pada bayi yang terpisah dari ibu mereka segera setelah lahir, perubahan telah diamati dalam serontonin hipotalamus, kelenjar adrenal enzim katekolamin sintesis, plasma kortisol, denyut jantung, suhu tubuh, dan tidur. Perubahan ini tidak sementara atau ringan tetapi bisa berlangsung jangka panjang. perubahan neurobiologis mendasari efek psikologis dari pemisahan awal 134. Menurut van der Kolk, gangguan dan trauma yang didapatkan pada bayi baru lahir dapat menyebabkan penyakit mental dan respon aktivitas yang tidak menentu pada neurotransmitter. Kerusakan ini dapat menyebabkan serangan panik dan depresi; esensi dari trauma psikologis adalah hilangnya iman, timbulnya dorongan untuk bunuh diri, ketakutan dan Hasilnya adalah perasaan tidak berdaya.


 


 


Kesimpulan dan Rekomendasi


Rasa adalah bahasa universal yang dapat dimengerti dari suara vokal nya, ekspresi wajah, gerakan tubuh, pernapasan, warna, dan bahkan metabolism. Bayi belum bisa berbicara namun bahasa serta reaksi tubuhnya dapat menunjukkan apa yang dia rasakan untuk itu kita harus mendengarkan dan mengamati dengan serius dan bereaksi dengan tepat.


Nyeri adalah sebagai rasa yang kurang nyaman, bukan hanya untuk kita manusia dewasa tetapi juga untuk bayi. Mitos bahwa bayi baru lahir belum bisa merasakan rasa sakit seperti adalah kuno, dan berbahaya. Kita harus menolaknya. Perlu Anda ketahui syaraf dan indra bayi baru lahir 1200 kali lipat lebih sensitive di bandingkan dengan kita manusia dewasa.


Sakit membuat kesan yang mendalam dan dapat terekam di system limbic bayi di otaknya, Melindungi mereka dari dampak rasa sakit akan mencegah penderitaan pribadi pada awal kehidupan mereka nanti.


Nah harapan saya setelah Anda membaca tulisan ini, apabila Anda adalah tenaga medis dan para medis, mulai dari sekarang hargailah persalinan dan hargailah proses kelahiran bayi di dunia ini. Perlakukan mereka dengan lembut. Hindarkan intervensi dan prosedur rutinitas yang sebenarnya tidak perlu.


Dan bagi ibu, lakukan healing untuk bayi Anda supaya semua trauma yang mungkin terekam di pikiran bawah sadarnya segera terhapuskan.


Mari bersama-sama menghargai sebuah persalinan


Keep Spirit of Gentle Birth


Salam Hangat


Bidan Kita


Referensi:



  1. Blanton, M.G., The Behavior of the human Infant in the First 30 Days of Life, Psychological Review, vol. 24, no. 6(1917):pp.456-483.

  2. Sherman, M. & I. Sherman. Sensori-motor Responses in Infants. Journal of Comparative Psychology vol. 5(1925):pp.53-68.

  3. Sherman, M. The Differentiation of Emotional Responses in Infants. I. Judgments of Emotional Responses from Motion Picture Views and From Actual Observations, Journal of Comparative Psychology, vol. 7, no. 4(1927):pp 265-284.

  4. Sherman, M., I. Sherman, C. Flory. Infant Behavior, Comparative Psychology Monographs, vol. 12, no. 4(1936):pp. 1-107.

  5. Maurer, D. & C. Maurer. The World of the Newborn. New York; Basic Books. 1988.

  6. Sherman, M. The Differentiation of Emotional Responses in Infants. I. Judgments of Emotional Responses from Potion Picture Views and from Actual Observations. Journal of Comparative Psychology, vol. 7, no. 4(1927):pp. 265-284.

  7. Sherman, M., I. Sherman, C. Flory. Infant Behavior, Comparative Psychology Monographs, vol. 12, no. 4(1936):pp. 1-107.

  8. Sherman, M., I. Sherman, C. Flory. Infant Behavior, Comparative Psychology Monographs, vol. 23, no 4.(1936):p.36.

  9. Lipsitt, L. & N. Levy. Electrostatic Threshold in the Neonate, Child Development, vol. 30(1939):pp. 547-554.

  10. Kaye, H. & L. Lipsitt. Relation of Electrostatic Threshold to Basal Skin Conductance, Child Development, vol. 35(1964):pp. 1307-1312.

  11. McGraw, M. Neural Maturation as Exemplified in the Changing Reactions of the Infant to Pin Prick, Child Development, vol. 12 no. 1(1941):pp. 31-42.

  12. pp. 39-40.

  13. Bigelow, H.J. Transactions of the American Medical Association. I. (1983) Cited in Pernick M.S. A Calculus of Suffering: Pain, Professionalism and Anesthesia in 19th Century America. New York: Columbia University Press. 1985. p. 211.

  14. Pierson, A. American Journal of Medical Science vol. 24 (1852):p. 576. Cited in Pernick (1985).

  15. Thoden, C.J. & M. Koiviso. Acoustic Analysis of Normal Pain Cry. In Murray, T. & J. Murray (Eds.) Infant Communication: Cry and Early Speech Houston, Texas: College Hill Press. 1980. pp. 124-151.

  16. Rich, E.C., R.E. Marshall, J.J. Volpe. The Normal Neonatal Response to Pin-Prick, Developmental Medicine & Child Neurology, vol. 16 (1974):pp. 432-434.

  17. p. 433.

  18. Pratt, K.C., A.K. Nelson, K.H. Sun. The Behavior of the Newborn Infant, Ohio State University Student Contrib. Psychology, no. 10(1930).

  19. Crudden, C. Reactions of Newborn Infants to Thermal Stimuli Under Constant Tactual Conditions, Journal of Experimental Psychology, vol. 20(1937):pp.350-370.

  20. Lester, B.M. & C.F.Z. Boukydis (Eds.) Infant Crying: Theoretical and Research Perspectives. New York: Plenum. 1985.

  21. Lind, J. (Ed.) Newborn Infant Cry. Acta Paediatrica Scandinavica, (1965): Supplement 163.

  22. Porter, F, R.H. Miller, E.R. Marshall. Neonatal Pain Cried: Effect of Circumcision on Acoustic Features and Perceived Urgency, Child Development, vol. 57(1986): pp. 790-802.

  23. Grunau, R.V.E. & K.D. Craig. Pain Expression in Neonates: Facial Action and Cry, Pain vol. 28(1987):pp. 395-410.

  24. Fitzgerald, M. & C. Millard. Hyperalgesia in Premature Infants, (Letters) Lancet, February 6, 1988: p. 292.

  25. Williamson, P. & M. Williamson, Physiologic Stress Reduction by a Local Anesthetic During Newborn Circumcision, Pediatrics, vol. 71, no. 1(1983):pp. 36-40.

  26. Owens, M.E. & E.H. Todt. Pain in Infancy: Neonatal Reaction to a Heel Lance, Pain, vol. 20, no. 1 (1984):pp. 77-86.

  27. Holve, R., P. Bromberger, H. Broveman, M. Klauber, S. Dixon, J. Snyder. Regional Anesthesia During Newborn Circumcision, Clinical Pediatrics, vol. 22(1984):pp.813- 818.

  28. Pillai, M. & D. James. Are the Behavioral States of the Newborn Comparable to Those of the Fetus? Early Human Development, vol. 22, no. 1(1990):pp.39-49.

  29. Talbert, L.M., E. Facog, E.N. Kraybill, H.D. Potter. Adrenal Cortical Response to Circumcision in the Neonate, Obstetrics & Gynecology, vol. 48(1979):pp. 208-210.

  30. Gunnar, M.R., R.O. Fisch, S. Korsvik, J.M. Donhowe. The Effects of Circumcision on Serum Cortisol and Behavior, Psychoneuroendocrinology, vol. 6, no.3(1981):pp. 269-275.

  31. Gunnar, M.R., S. Malone, G. Vance, R.O. Fisch. Quiet Sleep and Levels of Plasma Cortisol During Recovery from Circumcision in Newborns, Child Development, vol. 56(1985):pp. 834-834.

  32. Stang, H.J., M.R. Gunnar, L. Snellman, L.M. Donon, R. Kostenbaum. Local Anesthesia for Neonatal Circumcision: Effects of Distress and Cortisol Response, Journal of the American Medical Association, vol. 259, no. 10(1988):pp. 1507-1511.

  33. Gunnar, M.R., R.O. Fisch, S. Malone. The Effect of a Pacifying Stimulus on Behavioral and Adrenocortical Responses to Circumcision, J. Amer. Academy of Child Psychiatry, vol. 23, no. 1(1984):pp. 34-38.

  34. Rawlings, D.J., P.A. Miller, R.R. Engle. The Effect of Circumcision on Transcutaneous PO2 in Term Infants, American Journal of Diseases of Children American Journal of Diseases of Children, vol. 134(1980):pp. 676-678.

  35. Emde, R., R. Harmon, D. Metcalf, K. Koenig, S. Wagonfeld. Stress and Neonatal Sleep, Psychosomatic Medicine, vol. 33(1971):pp.491-497.

  36. Dixon, S., J. Snyder, R. Hove, P. Bromberger. Behavioral Effects of Circumcision With and Without Anesthesia, Developmental & Behavioral Pediatrics, vol. 5, no. 5(1984):pp. 246-250.

  37. Als, H., B.M. Lester, Tronick. Manual for the Assessment of Preterm Infants’ Behavior.: In Fitzgerald, H.E., B.M. Lester, M.W. Yogman (Eds.)< Theory and Research in Behavioral Pediatrics, Vol. 1. New York; Plenum. 1982. pp. 65-132.

  38. Chamberlain, D.B. Babies Remember Birth: Extraordinary Scientific Discoveries About the Mind and Personality of Your Newborn. New York: Ballantine Books. 1988.

  39. Owens, M.E. & E.H. Todt. Pain in Infancy: Neonatal Reaction to a Heel Lance,Pain, vol. 20, no. 1(1984):pp.77-86.

  40. Grunau, R.V.E. & K.D. Craig. Pain Expression in Neonates: Facial Action and Cry, Pain, vol. 28(1987):pp.395-410.

  41. Fitzgerald, M. & C. Millard. Hyperalgesia in Premature Infants,: (Letters) Lancet, February 6, 1988:p. 292.

  42. Chamberlain, D.B. Babies Remember Birth: Extraordinary Scientific Discoveries about the Mind and Personality of Your Newborn. New York: Ballantine Books. 1988.

  43. Graham, M. Intrauterine Crying, British Medical Journal, vol. 1(May 31, 1919):p. 675.

  44. Russell, P.M.G. Vagitus Uterinus: Crying in Utero, The Lancet, vol. 1(1957):pp.137-138.

  45. Thiery, M., A. Yo Le Sian, M. Vrijens, D. Janssens. Vagitus Uterinus, Journal of Obstetrics & Gynecology of the British Commonwealth, vol. 80(1973):pp. 183-185.

  46. Ryder, G.H. Vagitus Uterinus, American Journal of Obstetrics & Gynecology, vol. 46(1943):pp.867-872.

  47. Kellman, N. Risks in the Design of the Modern Neonatal Intensive Care Unit, Birth, vol. 7, no. 4(1980):pp.243-248.

  48. Perlman, J.M. & J. Volpe. Suctioning in the Preterm Infant: Effects on Cerebral Blood Flow Velocity, Intracranial Pressure, and Arterial Blood Pressure, Pediatrics, vol. 72, no.3(1983):pp. 329- 334.

  49. Lawson, K.R., G. Turkewitz, M. Platt, C. McCarton. Infant State in Relation to its Environmental Context, Infant Behavior & Development, vol. 8, no. 3(1985): pp. 269-281.

  50. Marshall, R.E. Neonatal Pain Associated with Caregiving Procedures, Pediatric Clinics of North America, vol. 36, no. 4(1989):pp.885-903.

  51. Gottfried, A.W. & J.L. Gaiter (Eds.) Infant Stress Under Intensive Care: Environmental Neonatology. Baltimore: University Park Press. 1985.

  52. Marshall, R.E. Neonatal Pain Associated with Caregiving Procedures, Pediatric Clinics of North America, vol. 36, no. 4(1989):pp. 885-903.

  53. Harrison, H. (Television) The Dark Side of a Miracle. Interview on ABC’s 20/20. February 2, 1990.

  54. Peabody, J.L. & K. Lewis. Consequences of Newborn Intensive Care. In Gottfried, A.W. and J.L. Gaiter (Eds.) Infant Stress Under Intensive Care: Environmental Neonatology. Baltimore: University Park Press. 1985. pp 199- 226.

  55. Rice, R.D. Neurophysiological Development in Premature Infants Following Stimulation, Developmental Psychology, vol. 13, no. 1(1977):pp.59-76.

  56. Whitelaw, A. Kangaroo Baby Care: Just a Nice Experience or an Important Advance for Preterm Infants? Pediatrics, vol. 85, no. 4(1990):pp. 604- 605.

  57. Luddington-Hoe, S, & S. Golant. Kangaroo Care: The Best You Can Do to Help Your Preterm Infants. New York: Bantam. 1993.

  58. Sexon, W.R., P. Schneider, J.L. Chamberlin, M.K. Hicks, S.B. Sexon. Auditory Conditioning in the Critically Ill Neonate to Enhance Interpersonal Relationships, J. of Perinatology, vol. 6(1986):pp. 20-23.

  59. Field, T. Alleviating Stress in Newborn Infants in the Intensive Care Unit, Clinics in Perinatology, vol. 17, no. 1(1990): pp. 1-9.

  60. Field, T. Interventions in Early Infancy, Infant Mental Health Journal, vol. 13, no. 4(1992):pp. 329-336.

  61. Widmayer, S.M., C.R. Bauer, H. Narot, R. Panaque-Abed, R. Richardson, T. Field, Affective Disorders in Children Born with Perinatal Complications. Paper presented at the 2nd International Workshop on the At-Risk Infant, Jerusalem, 1983.

  62. Sigman, M., L. Bechwith, S. Cohen. Longitudinal Study of 100 Preterm Babies Born 1972-1974. Paper presented at American Association for Advancement of Science, San Francisco, January 1989.

  63. Coolman, R.B., F.C. Bennett, C.J. Sells, M.W. Swanson, M.S. Andrews, N.M. Robinson. Neuromotor Development of Graduates of the Neonatal Intensive Care Unit: Patterns Encountered in the First Two Years of Life, Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics, vol. 6, no. 6 (1985):pp. 327-333.

  64. Guillemin, J.H. & L.L. Holmstrom. Mixed Blessings: Intensive Care for Newborns. New York: Oxford University Press. 1986.

  65. Gustaitis, R. & E.W.D. Young. A Time To Be Born, A Time To Die: Conflicts and Ethics in an Intensive Care Nursery. Reading, MA: Addison-Wesley. 1986.

  66. Lawson, J. Letter. Birth, vol. 13, no. 2(198636):p. 125.

  67. Lawson, J. Letter. Perinatal Press, vol. 9(1986):pp. 141-142.

  68. Lawson, J. Letter. New England Journal of Medicine, (May 26, 1988):P. 1198.

  69. Lawson, J. Letter. Birth, vol. 15, no. 1(1988):p. 36.

  70. Harrison, H. Letter. Birth, vol. 13, no. 2(1986):p. 36-41.

  71. Harrison, H. Pain Relief for Premature Infants, Twins, (July/August 1987): pp. 10 ff.

  72. Lawson, J. Letter. Perinatal Press, vol. 9(1986):pp. 141-142.

  73. Wesson, S.C. Litigation of the Ductus Arteriosus: Anesthesia Management of the Tiny Premature Infant, Journal of the American Association of Nurse Anesthetists, vol. 50(1982):pp. 579-582.

  74. Harrison, H. Pain Relief for Premature Infants, Twins, (July/August 1987):pp. 10 ff.

  75. McGrath, J.P. & A.M. Unruh. Pain in Children and Adolescents. New York: Elsevier. 1987.

  76. Cunningham-Butler, N. Infants, Pain, and What Health Professionals Should Want to Know Now: An Issue of Epistemology and Ethics, Bioethics vol. 3, no. 3(1989): pp. 181-209.

  77. Cunningham, N. Ethical Perspectives on the Perception and Treatment of Neonatal Pain, Journal of Perinatal & Neonatal Nursing, vol. 4, no. 1(1990):pp. 75-83.

  78. Lawson, J. The Politics of Newborn Pain, Mothering (Fall 1990):pp. 41- 47.

  79. Campbell, N. Infants, Pain and What Health Care Professionals Want to Know – A Response to Cunningham-Butler, Bioethics, vol. 3, no. 3(1989):pp.200-210.

  80. Purcell-Jones, G., F. Dormon, E. Sumner. Pediatric Anesthetists Perceptions of Neonatal and Infant Pain, Pain, vol. 33, no. 2(1988):pp. 181-187.

  81. Tohill, J. & O, McMorrow. Pain Relief in Neonatal Intensive Care, The Lancet, vol. 336(1990):p. 569.

  82. Berry, F.A. & G.A. Gregory. Do Premature Infants Require Anesthesia for Surgery? Anesthesiology, vol. 67, no. 3(1987):pp. 291-293.

  83. Franck, L., C. Lund, A. Fanaroff. A National Survey of the Assessment and Treatment of Pain in the Newborn Intensive Care Unit, Pediatric Research, vol. 20(1986):p. 347.

  84. Bauchner, H., A. May, E. Coates. Use of Analgesic Agents for Invasive Medical Procedures in Pediatric and Neonatal Intensive Care Units, Journal of Pediatrics, vol. 121, no. 4(1992): pp. 647-649.

  85. Anand, K.J.S. & A. Aynsley-Green. Metabolic and Endocrine Effects of Surgical Ligation of Patent Ductus Arteriosus in the Preterm Neonate: Are There Implications for Further Improvement in Postoperative Outcome? Modern Problems in Paediatrics, vol. 23 (1985:pp. 143- 157.

  86. Anand, K.J.S. Hormonal and Metabolic Functions of Neonates and Infants Undergoing Surgery, Current Opinion in Cardiology, vol. 1(1986):pp.681-689.

  87. Anand, K.J.S. & P.R. Hickey. Pain and Its Effects in the Human Neonate and Fetus, New England Journal of Medicine, vol. 317, no. 21 (November 19, 1987):pp. 1321-1329.

  88. Poland, R.L., R.J. Roberts, J.F. Gutierrez-Mazorra, E.W. Fonkalsrud. Neonatal Anesthesia, Pediatrics, vol. 80, no. 3(1987):p. 446.

  89. Patel, D.A. Factors Affecting the Practice of Circumcision, American Journal of Diseases of Children, vol. 136, no. 7(1982):p. 634.

  90. DeMause, L. The Universality of Incest, Journal of Psychohistory, vol. 9, no. 2(1991):pp. 123-164.

  91. Gairdner, D. The Fate of the Foreskin, British Medical Journal, vol. 2(1949):pp.1433-1437.

  92. Remondino, P.C. History of Circumcision, Philadelphia and London: F.A. Davis. 1891. Cited in Speert, H. Circumcision of the Newborn: An Appraisal of its Present Status, Obstetrics & Gynecology, vol. 2(1953): pp. 164-172.


  93. Clifford, M. Circumcision: Its Advantages and How to Perform It. London: Churchill. 1893. Cited in Speert, H. Circumcision of the Newborn: An Appraisal of its Present Status, Obstetrics & Gynecology, vol. 2(1953):pp.164-172.

  94. University of California, Berkeley. Circumcision: an Unnecessary Rite? Wellness Letter, vol. 4, no. 1(1987): p.1.

  95. Grimes, D.A. Routine Circumcision of the Newborn Infant: A Reappraisal, American Journal of Obstetrics & Gynecology, vol. 130(1978):pp. 125-129.

  96. Winberg, J., I. Bollgren, L. Gothefors, M. Herthelius, K. Tullus. The Prepuce: A Mistake of Nature? The Lancet,(March 18, 1989):pp. 598-599.

  97. Snyder, J.L. The Problem of Circumcision in America, The Truth Seeker, (July/August 1989):pp. 39-42.

  98. Altschul, M.S. Cultural Bias and the Urinary Tract Infection Circumcision Controversy. The Truth Seeker, (July/August 1989):pp. 43-45.

  99. Romberg, R. Circumcision: The Painful Dilemma, So. Hadley, MA: Bergin & Garvey. 1985.

  100. Romberg, R. Response to American Academy of Pediatrics Statement on Infant Circumcision. Anchorage, AK: Peaceful Beginnings. 1989.

  101. Ritter, T. Say No To Circumcision! 40 Compelling Reasons Why You Should Respect his Birthright and Leave Your Son Whole. Aptos, CA: Hourglass Publishing. 1992.

  102. Kirya, C. & M.W. Werthmann. Neonatal circumcision and Penile Dorsal Nerve Block: A Painless Procedure, Journal of Pediatrics, vol. 92, no. 6 (1978):pp. 998- 1000.

  103. Yeoman, P.M., R. Cooke, W.R. Hain. Penile Block for Circumcision: A Comparison With Caudal Blockage, Anaesthesia, vol. 38, no. 9(1983):pp 862-866.

  104. Pelosi, M.A. & J. Apuzzio. Making Circumcision a Painless Event, Contemporary Pediatrics, (January 1985):pp. 85-88.

  105. Masciello, A.L. Anesthesia for Neonatal Circumcision. Local Anesthesia is Better Than Penile Dorsal Nerve Block, Obstetrics & Gynecology, vol. 75, no. 5(1990):pp 834.838.

  106. Williamson, P.& M. Williamson. Physiologic Stress Reduction by a Local Anesthetic during Newborn Circumcision, Pediatrics, vol. 71, no. 1(1983):pp. 36-40.

  107. Dixon, S., J. Snyder, R. Hove, P. Bromberger. Behavioral Effects of Circumcision With and Without Anesthesia, Developmental & Behavioral Pediatrics, vol. 5, no. 5(1984):pp. 246-250.

  108. Stang, H.J., M.R. Gunnar, L. Snellman, L.M. Condon, R. Kostenbaum. Local Anesthesia for Neonatal Circumcision: Effects on Distress and Cortisol Response, Journal of the American Medical Association, vol. 259, no.10(1988):pp. 1507-1511.

  109. Boyd, B.R. Circumcision: What It Does. San Francisco, CA: Taterhill Press. 1990.

  110. Bigelow, J. The Joy of Uncircumcising! Aptos, CA: Hourglass Publishers. 1992.

  111. Patel, H. The Problem of Routine Circumcision, Canadian Medical Association, vol. 95(1966):pp. 576-581.

  112. Herrera, A.J., A.S. Hsu, U.T. Salcedo, M.P. Ruis. The Role of Parental Information of the Incidence of Circumcision, Pediatrics, vol. 70(1982):pp. 597-598.

  113. Patel, H. The Problem of Routine Circumcision, Canadian Medical Association, vol. 95(1966):pp. 576-581.

  114. Grimes, D.A. Routine Circumcision of the Newborn Infant: A Reappraisal, American Journal of Obstetrics & Gynecology, vol. 130(1978):pp. 125-129.

  115. Rana, S.R. Pain: A Subject Ignored, Pediatrics, vol. 79(1987):pp 309-310.

  116. Leboyers, F. Birth Without Violence. New York: Alfred Knopf. 1975.

  117. Lightfoot-Klein, H. Prisoners of Ritual: An Odyssey Into Female Genital Circumcision in Africa. New York & London: Harrington Park Press. 1989.

  118. Women, Inc. Female Genital Mutilation: A Call for Global Action. New York: Women, Inc. 1992.

  119. Lawson, J. Letter. New England Journal of Medicine, (May 26, 1988):p. 1198.

  120. Gardner, A.K. (1872). Cited by Pernick, M.S. A Calculus of Suffering: Pain, Professionalism and Anesthesia in 19th Century America,. New York: Columbia University Press. 1985. p. 47.

  121. Maurer, D. & C. Maurer. The World of the Newborn. New York: Basic Books. 1988. pp. 33-36, 218.

  122. Flavell, J.H. Cognitive Development. Englewood, NJ: Prentice-Hall. 1977.

  123. Kagan, J. The Second Year: The Emergence of Self-Awareness. Cambridge, MA: Harvard University Press. 1981.

  124. Schoen, E.J., et al. Report of the Task Force on Circumcision, Pediatrics, vol. 84, no. 2(1989):pp. 388- 391.

  125. Richards, M.P. KF Bermal, Y. Brackbill. Early Behavioral Differences: Gender or Circumcision?Development Psychobiology, vol. 9(1976):pp. 89-95.

  126. Brazelton, T.B. Psychophysiologic Reactions in the Neonate. II. Effects of Maternal Medication on the Neonate and his Behavior. Journal of Pediatrics, vol. 58(1961):pp. 513-518.

  127. Brazelton, T.B. Neonatal Behavioral Assessment Scale, Clinics in Developmental Medicine, vol. 50. Philadelphia: J.B. Lippincott. 1973.

  128. Brackbill, Y., K. McManus, L. Woodward. Medication in Maternity: Infant Exposure and Maternal Information. Ann Arbor, MI: University of Michigan Press. 1985.

  129. Klaus, M.H. & J. Kennell. Maternal-Infant Bonding: The Impact of Early Separation on Loss in Family Development. St. Louis, MO: C.V. Mosby. 1976/1983.

  130. DeChateau, P. & B. Winberg. Long-Term Effect on Mother-Infant Behavior of Extra Contact During the First Hou Post- Partum. I. First Observations at 36 Hours. II. A Follow-Up At Three Months,Acta Paediatrica Scandinavica, vol. 66(1977):pp. 137-145.

  131. Sugarman, M. Perinatal Influences on Maternal- Infant Attachment, American Journal of Orthopsychiatry, vol. 37, no 3(1977):pp. 407-421.

  132. Van der Kolk, B.A. Psychological Trauma. Washington, D.C.: American Psychiatric Press. 1987. p. 43.

  133. Grimes, D.A. Routine Circumcision of the Newborn Infant: A Reappraisal, American Journal of Obstetrics & Gynecology, vol. 130(1978):pp. 125-129.

  134. Janov, A. Imprints: The Life-Long Effects of the Birth Experience. New York: Coward-McMann. 1983.



Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts