Gunakan BRAIN pada saat mengambil keputusan dalam persalinan

Gunakan BRAIN pada saat mengambil keputusan dalam persalinan

Menggunakan BRAIN pada saat mengambil keputusan dalam persalinan sangatlah penting ketika  Gunakan BRAIN pada saat mengambil keputusan dalam persalinan


Menggunakan BRAIN pada saat mengambil keputusan dalam persalinan sangatlah penting ketika kita membuat keputusan pada umumnya. Dengan menggunakan metode BRAIN, berikut ini penjelasannya: B-Benefit/Manfaat /Keuntungan Apa manfaat dari opsi/tindakakan yang diusulkan? Apakah keputusan ini bermanfaat bagi Anda atau bayi Anda?  R-Risk/Risiko Apa resiko dari pilihan yang diusulkan? Apakah keputusan ini berdampak negatif terhadap Anda atau bayi Anda?  A-Alternatif Apa saja pilihan yang lain? Apakah ada alternatif tindakan lain yang tersedia yang mungkin lebih bermanfaat?  I-Intuisi Apa intuisi Anda memberitahu Anda? Apakah Anda memiliki firasat tentang keputusan yang Anda Ambil?  N-No/Tidak ada Apa yang akan terjadi jika Anda memilih untuk tidak melakukan apa-apa?  Sebagai contoh, seorang wanita hamil 41 minggu belum ada pembukaan dan tanda persalinan, begitu datang ke Dokter, dokter ;langsung memutuskan untuk melakukan induksi padahal sebenarnya wanita tersebut dapat menggunakan metode BRAIN terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk induksi.


 


Contoh langkah BRAIN dalam kasus diatas:


B-Benefit/Manfaat


– Dengan di induksi, akan membantu saya untuk mengalami pembukaan yang lebih lebar


– Dengan segera di induksi maka plasenta bayi saya tidak punya kesempatan untuk memburuk.


– Saya bisa segera bersalin dan bertemu bayi saya.


R-Risiko


– Jika saya tidak mengalami peningkatan pelebaran jalan lahir saya bisa semakin stress dan bisa saja saya gagal induksi. Bahkan akhirnya harus SC.


– Bayi saya bisa saja mengalami gangguan pernapasan.


– Rahim saya bisa ada kemungkinan resiko rupture/pecah karena kontraksi rahim saya tidak efektif.


A-Alternatif


– Saya bisa melakukan induksi alami dengan cara-cara yang lain misalnya berjalan kaki, melakukan posisi squatting/jongkok yang dalam.


– Saya bisa berhubungan seks dengan suami saya untuk membantu petlebaran jalan lahir. Karena prostaglandin dari sperma suami berefek pada leher rahim.


– Saya bisa menggunakan obat herbal atau relaksasi dan akupresure untuk memicu pelebaran jalan lahir


 


I-Intuisi



  • Intuisi saya terhadap persalinan ini, saya kuat. Walaupun saya harus melewati beberapa fase, tapi saya kuat.

  • Bagaimana Intuisi saya terhadap tindakan atau intervensi yang akan dilakukan, Sreg atau tidak?


N-No/Tidak ada


Jika saya tidak melakukan apa-apa, apa yang terjadi? apalagi jika saya hanya bisa mengandalkan tenaga sendiri.


Pilihan ini mungkin termasuk hanya menunggu sebentar sebelum mempertimbangkan kembali keputusan seperti menunggu satu jam, sehari, dll


 


Dengan menggunakan model pengambilan keputusan, ibu mampu mengeksplorasi secara rasional setiap aspek yang berbeda dari keputusan yang dibuat. Model ini efektif dalam pengambilan keputusan di tidak hanya dalam kasus persalinan saja tapi setiap kehidupan sehari-hari juga.


Maka sebelum mengambil keputusan dalam persalinan Anda:


Pertimbangkan dahulu B(Benefit), R (Risk), A (Alternative), I (Intuition), N (None)


Agar keputusan yang Anda ambil adalah keputusan terbaik dari yang terbaik.


Salam Hangat


Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts