Hypno-birthing adalah upaya mereprogramming rekaman negatif

Hypno-birthing adalah upaya mereprogramming rekaman negatif

 



Wanita yang baru pertama hamil umumnya mengalami berbagai kekhawatiran selama menjalani kehamilan, apalagi jika membayangkan saat melahirkan. Namun ada juga ibu muda yang masih ketakutan meski sudah pernah melahirkan sebelumnya, terutama yang sempat mengalami trauma karena merasakan sakit saat melahirkan anak pertama.


 


Sebenarnya kecemasan, kekhawatiran, ketakutan selama kehamilan dan saat menghadapi persalinan, dialami oleh banyak wanita. Bahkan bagi sebagian wanita, proses melahirkan dianggap identik dengan peristiwa yang menyakitkan, menakutkan, dan lebih menegangkan dibanding peristiwa manapun dalam kehidupan. Di benak banyak wanita, seolah telah terprogram, bahwa proses melahirkan haruslah menyakitkan. Ini tidak mengherankan karena sejak kecil, ketakutan pada proses melahirkan, tanpa sadar telah tertanam di alam/jpikiran bawah sadar wanita khususnya dan hampir semua orang pada umumnya. Di TV atau pun di film-film, adegan melahirkan selalu digambarkan begitu menakutkan dan menegangkan, penuh dengan jeritan-jeritan yang histeris. Setiap kali menyambut kedatangan bayi dari teman atau kerabat, kita juga hampir selalu mendengar cerita seputar rasa sakit dan penderitaan si ibu ketika melahirkan.


 


Cerita-cerita semacam inilah yang terus terbawa oleh banyak masa kecil dalam masa pertumbuhan mereka sampai saaat ini. Cerita yang sedikit demi sedikit memasuki pikiran bawah sadar dan akhirnya tertanam sebagai suatu program negatif dalam pikiran bawah sadarnya. Efek hipnotis tidak selalu harus terjadi saat orang dalam keadaan trans. Sesuatu yang sudah terlalu sering didengar (berulang ulang) akhirnya terekam dialam/pikiran bawah sadar menjadi suatu kenyataan baginya.


Rasa takut membuat ketegangan dan menimbulkan rasa sakit


Rasa takut sangatlah buruk akibatnya dalam proses persalinan. Ketika kita mengalami stres, maka pesan tersebut akan disampaikan ke seluruh reseptor dalam tubuh, sehingga menciptakan reaksi yang berlebihan dan menyimpang. Pesan itu akan menimbulkan perubahan fisik dan kimiawi di dalam tubuh. Sebab saat tubuh dalam keadaan stres, maka hormon stres katekolamin akan dilepaskan sehingga tubuh memberikan respon untuk “bertempur atau lari”.


Jika situasi itu sampai terbentuk, maka katekolamin akan bertindak sebagai penarik, yang menyebabkan otot di dalam rahim dan di tempat lainnya menjadi tegang. Katekolamin ini akan dilepaskan dalam konsentrasi tinggi saat persalinan jika seorang wanita tidak bisa menghilangkan rasa takutnya sebelum melahirkan.


Kondisi yang rileks justru bisa memancing keluarnya endorphin, yang merupakan penghilang rasa sakit yang alami di dalam tubuh. Menurut para ahli, endorphin ini efeknya 200 kali lebih kuat daripada morphin.


Perlu dipahami bahwa kontraksi otot rahim pada saat kehamilan 9 bulan adalah hal yang kita tunggu, bukan sesuatu yang kita takuti. Rasa takut ini kadang-kadang menghambat keseimbangan hormonal sehinga oksitoxin tidak cukup diproduksi sehingga tidak timbul kontraksi, pada akhirnya untuk menimbulkan kontraksi diperlukan induksi yaitu pemberian obat-obatan peroral dengan cara diminum atau dengan infus yang isinya adalah oksitoxin


Pada saat kontraksi yang dianggap sumber dari rasa sakit dan nyeri , sebenarnya adalah upaya rahim membantu kepala janin untuk menekan mulut rahim secara alami sehingga membuka jalan lahir. Awalnya Ibu hamil pada saat kontraksi ada yang biasa saja reaksinya karena sudah trampil dengan relaksasi ada sebagian kaget dengan rasanya. Beberapa saran yang mudah langsung dapat dilakukan yaitu :


1. Langsung saja disadari bahwa kontraksi adalah upaya alami sebagai awal proses persalinan


2. Masuk dalam relaksasi nafas yang dalam dan rasa sakit akan sangat berkurang bahkan bisa hilang sama sekali, keberhasilannya sangat tergantung dengan rasa percaya diri dan ketenangan pikiran seseorang.


3. Disini peran suami ataupun pendamping sangat membantu untuk meningkatkan ketenangan istri yang saat itu sedang menghadapi proses untuk persiapan persalinan.


4. Pada saat mengikuti pelatihan Hypno-birthing selalu saya anjurkan para suami untuk mengikuti dan mendampingi istrinya,


5. Selalu saya ingatkan bahwa mulai kehamilan sampai proses persalinan adalah perjalanan spiritual yang indah bagi calon Ayah, Ibu dan Spirit Baby. Yang dimaksud dengan perjalanan spiritual disini adalah bagaimana meningkatkan ketenangan, kesabaran, kekuatan, ketegaran dalam menghadapi setiap perubahan-perubahan selama proses hamil sampai proses melahirkan.


Dalam setiap pelatihan saya tayangkan video proses persalinan, sehingga kita dapat melihat proses perjuangan bayi pada saat memasuki pintu panggul yang demikian indahnya. Bagaimana susahnya apabila ditambah dengan ketegangan otot didaerah panggul. Hal itu akan menambah kesulitan bayi pada saat memasuki pintu panggul sampai lahir.


Ketika ibu yang sedang melahirkan ini dalam keadaan rileks yang nyaman, maka lapisan-lapisan otot tersebut akan bekerja sama secara harmonis seperti seharusnya. Dengan begitu persalinan akan berjalan lancar dan mudah.


Karena itu, jika sang ibu sudah terbiasa dengan latihan relaksasi, maka jalan lahir akan lebih relaks dan lentur mudah terbuka. Tapi jika ibu dalam keadaan tegang, tekanan kepala bayi tetap akan menekan mulut rahim yang kaku tersebut, tidak akan membuat mulut rahim terbuka dengan lancar, sehingga yang ada hanyalah rasa sakit dan sang ibu pun bertambah panik dan mulut rahimnya juga sulit terbuka.


Di kalangan masyarakat Jawa, sudah sejak lama ada kebiasaan membekali ibu hamil dengan bros atau peniti yang harus dikenakan dibaju dengan niat/program positif agar ibu dan bayi senantiasa sehat dan selamat sejak masa hamil hingga tiba waktunya melahirkan nanti.


Afirmasi positif yang senantiasa di ulang setiap saat ganti baju tersebut sebenarnya berfungsi untuk memasukkan program positif ke alam /pirikiran bawah sadar sehingga nantinya sang ibu dan bayi benar-benar sehat serta selamat hingga saatnya melahirkan.


Ketika melihat hal-hal buruk,/negatif pun ada kebiasaan yang menganjurkan ibu hamil untuk mengetuk meja 3 kali sambil menyebut “amit amit jabang bayi “agar terhindar dari hal yang tak diharapkan tersebut. Kebiasaan itu sebenarnya adalah proses menghapus program negatif (men-delete) , agar tidak terekam di alam/pikiran bawah sadar, sehingga hal yang tidak diharapkan tersebut bisa dihindarkan.


Jadi sebenarnya apa yang akan kita praktekkan dalam buku ini bukanlah hal yang sangat asing bagi kita. Meski caranya baru, tapi ini adalah sesuatu yang sudah lama kita kenal. Saat ini kita hidup dizaman komputer, melihat perkembangan komputer buatan manusia yang demikian pesatnamun haruslah kita ingat bahwa pada dasarnya manusia ibarat biokomputer ( komputer yang hidup ciptaan Tuhan) yang super canggih.


Mulai hari ini cobalah untuk selalu menghayati peran manusia itu adalah makhluk rohani yang mempunyai jasmani. Peran rohani adalah sebagai programmer yang mempunyai kemampuan untuk memprogram (menananamkan niat / program) kealam/pikiran bawah sadar yang berfungsi sebagai disket dan hasil print-outnya ada di jasmani. .


Sebagai contoh yang lain adalah apabila sejak kecil orang tua sering bicara jangan makan buah pagi-pagi nanti sakit perut. Pesan tersebut terekam di pikiran / alam bawah sadar dan begitu makan buah pagi-pagi langsung perut ( fisik ) sakit. Betapa kuatnya rekaman dijiwa bawah sadar, dan kabar baiknya rekaman tersebut bisa dinetralisir dahulu kemudian direprogramming bahwa makan buah pagi-pagi tetap sehat maka yang terjadi juga sehat-sehat saja, Hal ini bisa Anda lakukan sendiri tapi jika ada kesulitan dapat menghubungi seorang hipnoterapis yang berpengalaman untuk membimbing anda.


Beberapa langkah untuk melakukan Hypnobirthing :


a. Mula-mula adalah dengan memasuki kondisi rileks yang dalam (alpha state ) seperti panduan dalam bab sebelumnya.


b. Selanjutnya, setelah kita dalam keadaann relaks yang dalam, niatkan mulai hari ini dan seterusnya semakin tenang dalam menghadapi perubahan perubahan dalam kehidupan., baik perubahan dalam diri sendiri ataupun dilingkungan kita.


c. Niatkan juga bayi didalam kandungan tumbuh dengan sehat jasmani dan rohani sampai kehamilan 9 bulan dan bersama-sama menghadapi proses persalinan yang alami, nyaman dan lancar.


Perhatikan pada saat menanamkan program ( niat ) :


ü Dengan menggunakan kata.-kata positif,


contoh : niatkan sehat bukan tidak sakit.


ü Present Tense ( mulai sekarang dan selanjutnya )


ü Konsisten dengan melakukan pengulangan


Nah apabila Anda merasa kesulitan untuk melakukan sendiri ikutilah kelas relajksasi hypnobirthing di daerah Anda.


Namun apabila di daerah Anda tidak ada praktisi hypnobirthing setidaknya Anda bisa melakukan secara otodidak menggunakan CD panduan dan Buku Hypnobirthing yang ada di Bidan Kita.


Semoga Bermanfaat


Yesie


Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Posting Komentar