Doula dan Bukti Ilmiahnya

Doula dan Bukti Ilmiahnya

Saat saya mencoba merenung kembali tentang proses persalinan, tentang perubahan kondisi dan situasi dalam proses persalinan, tentang perubahan paradigm dalam proses persalinan, tentang betapa mudahnya nenek atau nenek buyut kita melahirkan dahulu, kemudian tentang betapa sulitnya dan beresikonya ibu melahirkan di jaman sekarang.


Lalu mengingat lagi tentang betaba banyaknya dahulu mbah dukun di desa desa, dimana dahulu nenek sayapun melahirkan ke 12 anaknya di rumah bersama mbah dukun dengan mudahnya.


 


Lalu sekarang saya mendengar istilah DOULA, bahkan mengukuti pelatihan dan sertifikasi DOULA Internasional. Kembali mengingatkansaya tentang mbah dukun dahulu. Ya…tugas doula sama dengan mbah dukun, hanya saja doula lebih tersistem dan lebih tertata dan berpendidikan. Artinya saya sekarang sedang belajar menjadi mbah dukun….heheh dan apa yang saya rasakan? Ternyata Saya BANGGA menjadi Mbah Dukun.


 


DOULA = Mbak Dukun Modern ^_^


Menurut DONA International, doula adalah seorang profesional yang terlatih dalam proses persalinan dan memberikan dukungan terus menerus untuk ibu sebelum, selama, dan setelah kelahiran. Doula berasal dari kata Yunani yang berarti “seorang wanita yang berfungsi” atau “hamba.


 


Apa yang doula lakukan?


 


Peran doula dalam proses persalinan adalah:


 



  1. Memberikan dukungan emosional

  2. Membantu ibu agar merasakan nyaman dengan Menggunakan tindakan kenyamanan: pernapasan, relaksasi, gerakan, perubahan posisi

  3. Memberikan informasi kepada ibu hamil da nib bersalin tentang kehamilan dan persalinan

  4. Terus meyakinkan dan menghibur ibu (kata kuncinya adalah doula tidak pernah meninggalkan ibu)

  5. Membantu ibu menjadi informasi tentang berbagai pilihan kelahiran

  6. Advokat untuk ibu dan membantu memfasilitasi komunikasi antara ibu dan tenaga kesehatan


 


Lalu apakah seorang doul harus berlatar belakang medis?


Doula TIDAK profesional medis



  1. Mereka tidak melakukan tugas-tugas klinis seperti pemeriksaan dalam atau pemantauan jantung janin

  2. Mereka tidak memberikan saran medis atau mendiagnosa kondisi klien

  3. Mereka tidak menilai Anda untuk keputusan yang Anda buat

  4. Mereka tidak mengambil alih peran suami atau pasangan

  5. Mereka tidak membantu persalinan

  6. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang apa yang doula lakukan dan tidak dilakukan dan ini di atur dalam standar praktek Doula di DONA International anda bisa cek di link ini: http://www.dona.org/aboutus/standards_birth.php


 


Hal yang paling penting bagi seorang ibu selama proses persalinan adalah dukungan yang terus menerus. Ini berarti bahwa Anda memiliki pendamping yang berada di sisi Anda terus menerus dari awal sampai akhir.


Kan kita tahu sendiri bahwa walaupun tuga bidan adalah mendampingi kliennya, namun kenyataan di lapangan tidaklah demikian. Tidak jarang seorang ibu di biarkan merintih dan mengaduh sendirian di tempat tidur di ruang persalinan , dan bu bidan sibuk untuk menulis rekam medis klien.


Tidak jarang bu bidan hanya datang dan menghampiri ibu bersalin jika dia membutuhkan data untuk di tulis di partogram atau untuk bahan laporan kepada dokter. Entah itu pemeriksaan dalam maupun pemantauan detak jantung janin. Setelah selesai melakukan dan mengambil data yangdiperlukan , biasanya para bidan kembali ke mejanya dan meninggalkan sang inu yang cemas dan kesakitan.


Nah disinilah peran Doula…sebagai Mbak Dukun Modern yang terus menerus hadir da nada di samping ibu, memberikan rasanya,am, menyemangati, dan membuat sang ibu tenang.


 


doula tidak pernah meninggalkan sisi Anda. Sedangkan Perawat atau bidan memiliki banyak tanggung jawab lain selain berada di samping ibu bersalin, maka dari itu doula sangat membantu sekali, menguntungkan bagi ibu dan juga bagi bidan atau perawat yang merawat ibu.


 


Ayah dan doula dapat bekerja sama untuk membuat tim pendukung untuk ibu.


Ayah dan doula dapat bekerja sama untuk membuat tim dukungan untuk ibu. Kadang-kadang orang berpikir bahwa mereka tidak perlu doula karena pasangannya akan bersama mereka terus menerus selama persalinan. Namun pada kenyataanya, ternyata dengan kehadiran doula, tugas suami dan keluarga pun menjadi lebih ringan. Dalam proses persalinan tidak jarang suami justru lebih cemas di banding ibu bersalin itu sendiri.


Nah dengan adanya doula, maka semuanya akan merasa lebih nyaman


 


Jadi apa bukti ilmiah dari keberadaan doula dalam sebuah proses persalinan?


 


Pada tahun 2012, Hodnett et al. menerbitkan sebuah review dari Cochrane yang tentang penggunaan dukungan yang terus menerus bagi perempuan saat melahirkan. Mereka mengumpulkan hasil dari 22 percobaan yang melibatkan lebih dari 15.000 wanita. Di penelitian ini ada 2 kelompok yaitu para wanita yang secara acak menerima dukungan terus menerus, sedangkan kelompok satunya menerima perawatan yang biasa saja.


 


Dan ternyata Secara keseluruhan, wanita yang menerima dukungan yang terus menerus lebih mungkin untuk memiliki kelahiran vagina spontan dan cenderung tidak menggunakan obat nyeri, epidural, memiliki pengalaman persalinan yang positif, lama persalinan lebih pendek dan nilai apgar skor bayi lebih baik


 


Apa artinya ini?


 


Ini berarti bahwa jika Anda memiliki dukungan yang terus menerus Anda secara statistik lebih cenderung memiliki hasil yang lebih baik dan bayi Anda lebih mungkin untuk memiliki hasil yang lebih baik!


 


Lalu bagaimana pengalaman Bidan Kita dengan Doula.


Kebetulan team bidan kita sudah dilengkapi dengan ketrampilan sebagai doula, sehingga sudah banyak ibu yang kami damping ketika mereka melahirkan, terutama di Rumah sakit. Dan hasilnya, hingga saat ini semua ibu yang kami damping berhasil melahirkan normal. Sampai di UGD sudah pembukaan >7 cm dan waktu paling lama di ruang persalinan adalah hanya 2 jam dan mereka berhasil melahirkan dengan normal alami dan mendapatkan pengalaman yang positif.


 


Nah….Tunggu apa lagi…segera temukan Doula Anda


Salam Hangat


 


References:



  1. Caton, D., M. P. Corry, et al. (2002). “The nature and management of labor pain: executive summary.” Am J Obstet Gynecol 186(5 Suppl Nature): S1-15.

  2. Declercq ER, Sakala C, Corry MP, Applebaum S. (2007). “Listening to mothers II: Report of the second national U.S. survey of women’s childbearing experiences.” The Journal of Perinatal Education 16:9-14.

  3. Hodnett, E. D. (2002). “Pain and women’s satisfaction with the experience of childbirth: a systematic review.” Am J Obstet Gynecol 186(5 Suppl Nature): S160-172.

  4. Hodnett, E. D., S. Gates, et al. (2012). “Continuous support for women during childbirth.” Cochrane database of systematic reviews: CD003766.

  5. Hofmeyr, G. J., V. C. Nikodem, et al. (1991). “Companionship to modify the clinical birth environment: effects on progress and perceptions of labour, and breastfeeding.” British journal of obstetrics and gynaecology 98(8): 756-764.


Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Posting Komentar